• 65 Persen Hutan Bangka Belitung Kritis

    sumber : antaranews.com 4 April 2011 Sebanyak 65 persen dari 1.642.414,17 hektare hutan di Provinsi Bangka Belitung (Babel), kritis sebagai dampak penambangan bijih timah, penebangan kayu ilegal dan pembukaan ladang perkebunan berpindah-pindah. “Kondisi hutan seperti itu sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu upaya konkrit mengatasinya melalui program penanaman kembali lahan kritis tersebut,” ujar Kadinas Kehutanan Babel, Andri… Continue reading

  • Perdebatan REDD

    Penulis : Bernadinus Steni Jakarta, 21 April 2010 Perdebatan REDD atau REDD+ berawal dari perdebatan mengenai kerangka implementasi konvensi perubahan iklim, terutama Protokol Kyoto. Pasal 2 ayat 1 a (ii) Protokol Kyoto menyebutkan: Protection and enhancement of sinks and reservoirs of greenhouse gases not controlled by the Montreal Protocol, taking into account its commitments under… Continue reading

  • Mengenal Free and Prior Informed Consent (FPIC)

    Penulis : Bernadinus Steni, Perkumpulan HuMa Jakarta, 21 April 2010 Dalam banyak kasus, pendekatan pembangunan tidak selalu berjalan harmonis tapi diwarnai riak konflik yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Untuk mengatasi dan mencegah berulangnya persoalan-persoalan tersebut, maka lahir apa yang disebut dengan Free and Prior Informed Consent atau FPIC sebagai salah satu instrumen dalam hukum Internasional… Continue reading

  • Menteri Kehutanan Didesak Tolak Jalan Tembus Kerinci Seblat

    sumber : mediaindonesia.com Rabu, 20 April 2011 Forum HarimauKita minta Menteri Kehutanan (Menhut) menolak rencana pembangunan empat ruas jalan evakuasi bencana alam yang menembus Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Forum HarimauKita melihat rencana pembangunan empat ruas jalan evakuasi bencana alam menembus Taman Nasional Kerinci Seblat mengancam kelestarian harimau sumatra. “Lokasi rencana tersebut merupakan habitat perkembangbiakan… Continue reading

I believe we can’t keep fighting for collective action if we don’t start it ourselves. For me, fighting for a sustainable environment begins with something small: eating proportionately. I think about how, throughout human history, the stomach has often been the beginning of all greed. How can we truly talk about controlling global consumption if we can’t even control our own desire to eat everything?

That’s why I’m committing to practicing autophagy daily, limiting my consumption of imported foods, and prioritizing buying local food directly from farmers.

Newsletter