Pemanasan Samudra Lebih Membara

Sumber : mediaindonesia
5 Juli 2011

PEMANASAN atmosfer akibat perubahan iklim ternyata bukan satu-satunya biang yang akan mempercepat mencairnya es kutub dan memanaskan air di bawah bongkahan es. Ini merupakan hasil penemuan paling gres.

Peningkatan es mencair di Greenland dan sebagian Antartika bagian memang telah dilaporkan sebagai konsekuensi dari pemanasan global, sehingga berpotensi meningkatkan permukaan air laut.

Sayangnya, sedikit perhatian terhadap dampak air hangat di bawah es. Jianjun Yin dari Universitas Arizona dan rekan melaporkan bahwa air hangat bisa mempercepat cairnya es kutub daripada yang diperkirakan. Ini dipublikasikan Minggu (3/7) dalam jurnal Nature Geoscience.

Mencairnya es mengambang tidak akan menaikkan permukaan laut. Tapi, es yang mengalir ke laut dari gletser sering mencapai dasar. Nah, es di dasar yang mencair oleh air hangat di sekitarnya dapat menghasilkan tambahan air ke laut.

“Pemanasan samudra sangat penting dibandingkan dengan pemanasan atmosfer. Pasalnya, air memiliki kapasitas panas yang jauh lebih besar daripada udara,” jelas Yin.

“Jika Anda meletakkan es batu di ruangan yang hangat, maka akan mencair dalam beberapa jam. Tapi, jika Anda meletakkan es batu dalam secangkir air hangat, hal itu akan hilang hanya dalam menit,” dalihnya.



I believe we can’t keep fighting for collective action if we don’t start it ourselves. For me, fighting for a sustainable environment begins with something small: eating proportionately. I think about how, throughout human history, the stomach has often been the beginning of all greed. How can we truly talk about controlling global consumption if we can’t even control our own desire to eat everything?

That’s why I’m committing to practicing autophagy daily, limiting my consumption of imported foods, and prioritizing buying local food directly from farmers.

Newsletter